• Selamat Datang

    Sepenggal obrolan, selembar catatan dalam blog ini semoga dapat menghangatkan suasana dan menambah erat persaudaraan.

  • Selamat Datang

    Sepenggal obrolan, selembar catatan dalam blog ini semoga dapat menghangatkan suasana dan menambah erat persaudaraan.

  • Selamat Datang

    Sepenggal obrolan, selembar catatan dalam blog ini semoga dapat menghangatkan suasana dan menambah erat persaudaraan.

  • Selamat Datang

    Sepenggal obrolan, selembar catatan dalam blog ini semoga dapat menghangatkan suasana dan menambah erat persaudaraan.

  • Selamat Datang

    Sepenggal obrolan, selembar catatan dalam blog ini semoga dapat menghangatkan suasana dan menambah erat persaudaraan.

Upaya Pengembangan Teknologi Pengendalian Emisi Karbon di Pertambangan Mineral dan Batubara

Pertambangan mineral dan batubara merupakan salah satu sektor industri yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian global. Namun, sektor ini juga menjadi salah satu penyumbang utama emisi karbon dioksida (CO₂) yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, upaya untuk mengendalikan emisi karbon di sektor pertambangan menjadi sangat penting. Artikel ini akan membahas berbagai teknologi yang diterapkan untuk mengurangi emisi karbon di pertambangan mineral dan batubara.


1. Penggunaan Energi Terbarukan

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi emisi karbon di pertambangan adalah dengan beralih dari sumber energi fosil ke energi terbarukan. Banyak perusahaan pertambangan kini mulai mengintegrasikan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, untuk memenuhi kebutuhan energi operasional mereka.

Contoh: Beberapa tambang di Australia telah menginstal panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada diesel, yang merupakan sumber emisi karbon utama.

2. Teknologi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS)

Carbon Capture and Storage (CCS) atau teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon merupakan metode yang menjanjikan untuk mengurangi emisi CO₂ dari proses pertambangan. Teknologi ini bekerja dengan menangkap CO₂ yang dihasilkan selama proses pembakaran bahan bakar fosil dan menyimpannya di bawah tanah, sehingga tidak dilepaskan ke atmosfer.

Contoh: Beberapa proyek CCS telah dilaksanakan di lokasi pertambangan, di mana CO₂ yang dihasilkan dari pembangkit listrik yang beroperasi di dekat tambang ditangkap dan disimpan.

3. Inovasi dalam Proses Pertambangan

Inovasi dalam proses pertambangan juga berperan penting dalam mengurangi emisi karbon. Teknologi baru yang lebih efisien dapat mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan untuk mengekstraksi mineral dan batubara.

Contoh: Penggunaan teknologi pemisahan yang lebih efisien dapat mengurangi jumlah energi yang diperlukan untuk memproses bijih, sehingga mengurangi emisi yang dihasilkan.

4. Penggunaan Kendaraan Listrik

Kendaraan yang digunakan dalam operasi pertambangan, seperti truk dan alat berat, sering kali menggunakan bahan bakar fosil. Beralih ke kendaraan listrik dapat secara signifikan mengurangi emisi karbon di lokasi pertambangan.

Contoh: Beberapa perusahaan pertambangan telah mulai mengadopsi kendaraan listrik untuk transportasi material dan pekerja, yang tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga mengurangi biaya operasional.

5. Optimalisasi Rantai Pasokan

Mengoptimalkan rantai pasokan juga dapat membantu mengurangi emisi karbon. Dengan mengurangi jarak transportasi dan meningkatkan efisiensi logistik, perusahaan dapat mengurangi emisi yang dihasilkan selama pengangkutan mineral dan batubara.

Contoh: Menggunakan teknologi pemantauan dan analisis data untuk merencanakan rute transportasi yang lebih efisien dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.

6. Rehabilitasi Lahan Pertambangan

Setelah kegiatan pertambangan selesai, rehabilitasi lahan menjadi penting untuk mengurangi dampak lingkungan. Penanaman kembali vegetasi dapat membantu menyerap CO₂ dari atmosfer, sehingga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Contoh: Ini lazim dilakukan perusahaan pertambangan dengan mengembangkan program rehabilitasi yang mencakup penanaman pohon dan pengembalian lahan ke kondisi alami.

7. Keterlibatan Stakeholder dan Kebijakan

Keterlibatan stakeholder, termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan, sangat penting dalam upaya pengendalian emisi karbon. Kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi ramah lingkungan dan pengurangan emisi dapat mendorong perusahaan untuk berinvestasi dalam teknologi baru.

Contoh: Beberapa negara telah menerapkan insentif pajak untuk perusahaan yang mengadopsi teknologi pengendalian emisi, mendorong investasi dalam inovasi.

Dapat disimpulkan bahwa, upaya pengendalian emisi karbon di sektor pertambangan mineral dan batubara sangat penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Dengan mengadopsi teknologi baru, beralih ke sumber energi terbarukan, dan melibatkan berbagai stakeholder, sektor ini dapat berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi emisi karbon. Meskipun tantangan masih ada, inovasi dan komitmen untuk keberlanjutan dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Share:

Mengenal Badan Layanan Umum (BLU): Peran dan Implementasi di PPSDM Geominerba


Badan Layanan Umum (BLU) merupakan salah satu instrumen penting dalam reformasi birokrasi di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan publik. BLU dibentuk sebagai respon terhadap kebutuhan untuk memberikan layanan publik yang lebih fleksibel dan profesional, tanpa terikat oleh aturan-aturan birokrasi yang ketat. Salah satu contoh implementasi BLU di Indonesia adalah Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba), yang beroperasi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

PPSDM Geominerba adalah lembaga yang berfokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor geologi, mineral, dan batubara. Sebagai BLU, PPSDM Geominerba memiliki keleluasaan dalam mengelola keuangan dan operasional, yang memungkinkan lembaga ini untuk memberikan pelatihan dan pendidikan yang lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Konsep dan Karakteristik Badan Layanan Umum

Badan Layanan Umum adalah unit kerja pemerintah yang diberi fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan operasional untuk meningkatkan kualitas layanan publik. BLU tidak berorientasi pada keuntungan, tetapi lebih pada pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan efisiensi dan efektivitas. Pembentukan BLU diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, yang memberikan dasar hukum bagi unit-unit kerja tertentu untuk mengelola anggaran dan pendapatan secara mandiri.

Karakteristik utama BLU meliputi otonomi dalam pengelolaan keuangan, kemampuan untuk menetapkan tarif layanan, serta kewenangan untuk menggunakan pendapatan yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti biaya layanan, hibah, dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Fleksibilitas ini memungkinkan BLU untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi dan kebutuhan masyarakat, serta mengembangkan layanan yang lebih berkualitas dan sesuai dengan harapan masyarakat.

BLU juga diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan yang terpisah dari anggaran pemerintah umum, yang kemudian diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini memastikan bahwa pengelolaan keuangan BLU dilakukan secara transparan dan akuntabel, sehingga mendorong penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pelaksanaan tugasnya.

PPSDM Geominerba sebagai BLU

PPSDM Geominerba merupakan salah satu contoh implementasi BLU yang berhasil di Indonesia. Didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan kompetensi sumber daya manusia di sektor geologi, mineral, dan batubara, PPSDM Geominerba telah berperan penting dalam memberikan pelatihan dan pendidikan yang berkualitas kepada tenaga kerja di sektor tersebut. Sebagai BLU, PPSDM Geominerba memiliki keleluasaan dalam mengelola anggaran dan operasionalnya, yang memungkinkan lembaga ini untuk memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien.

PPSDM Geominerba menawarkan berbagai program pelatihan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Program-program ini mencakup pelatihan teknis di bidang eksplorasi geologi, penambangan, pengolahan mineral dan batubara, serta manajemen lingkungan dan keselamatan kerja. Selain itu, PPSDM Geominerba juga menyediakan layanan konsultasi dan penelitian di bidang geologi dan pertambangan, yang bertujuan untuk mendukung pengembangan sektor ini di Indonesia.

Sebagai BLU, PPSDM Geominerba memiliki kewenangan untuk menetapkan tarif layanan dan mengelola pendapatan yang diperoleh dari program pelatihan dan layanan konsultasi. Pendapatan ini kemudian digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan, seperti pengembangan kurikulum pelatihan, peningkatan fasilitas, dan pengadaan peralatan modern yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, PPSDM Geominerba dapat terus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat dan industri.


Peran dan Fungsi PPSDM Geominerba dalam Pengembangan SDM

PPSDM Geominerba berperan sebagai pusat unggulan dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor geologi, mineral, dan batubara. Lembaga ini berfungsi sebagai mitra strategis bagi industri pertambangan dan energi di Indonesia, dengan menyediakan program-program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tenaga kerja di sektor ini.

Peran PPSDM Geominerba tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan pelatihan teknis, tetapi juga mencakup pengembangan kompetensi manajerial dan kepemimpinan di sektor geologi dan pertambangan. Lembaga ini menawarkan berbagai program pelatihan yang mencakup manajemen proyek, manajemen lingkungan, keselamatan kerja, dan kepemimpinan strategis. Program-program ini dirancang untuk membantu para profesional di sektor geologi dan pertambangan dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan dinamis.

Selain itu, PPSDM Geominerba juga berperan dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor energi dan sumber daya mineral. Lembaga ini menyediakan layanan konsultasi dan penelitian yang bertujuan untuk mendukung pengembangan kebijakan yang berbasis data dan informasi yang akurat. Dengan demikian, PPSDM Geominerba turut berkontribusi dalam upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Implementasi Program Pelatihan di PPSDM Geominerba

PPSDM Geominerba menawarkan berbagai program pelatihan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri geologi dan pertambangan di Indonesia. Program-program ini mencakup pelatihan teknis di bidang eksplorasi geologi, penambangan, pengolahan mineral dan batubara, serta manajemen lingkungan dan keselamatan kerja.

Salah satu program unggulan yang ditawarkan oleh PPSDM Geominerba adalah pelatihan di bidang eksplorasi geologi. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan teknis yang diperlukan dalam kegiatan eksplorasi geologi, termasuk penggunaan teknologi geofisika, pemetaan geologi, dan analisis data geologi. Peserta pelatihan akan diajarkan cara-cara efektif dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi sumber daya mineral, serta teknik-teknik dalam pengambilan sampel dan analisis laboratorium.

Di bidang penambangan, PPSDM Geominerba menawarkan program pelatihan yang mencakup teknik-teknik penambangan, perencanaan tambang, dan manajemen operasional tambang. Program ini dirancang untuk membantu para profesional di industri pertambangan dalam mengelola operasi penambangan dengan cara yang lebih efisien dan aman, serta meminimalkan dampak lingkungan dari kegiatan penambangan.

Selain itu, PPSDM Geominerba juga menawarkan program pelatihan di bidang pengolahan mineral dan batubara. Program ini mencakup teknik-teknik pengolahan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk mineral dan batubara, serta manajemen limbah dan pengelolaan dampak lingkungan. Pelatihan ini sangat penting bagi para profesional di sektor pertambangan yang bertanggung jawab atas pengolahan dan pemurnian mineral serta batubara.

Tantangan dan Hambatan dalam Implementasi BLU di PPSDM Geominerba

Meskipun PPSDM Geominerba telah berhasil dalam mengimplementasikan BLU, lembaga ini juga menghadapi sejumlah tantangan dan hambatan. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan untuk terus mengembangkan program-program pelatihan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Dengan cepatnya perubahan di sektor geologi dan pertambangan, PPSDM Geominerba perlu terus berinovasi dalam menyusun kurikulum pelatihan yang sesuai dengan tuntutan pasar.

Selain itu, PPSDM Geominerba juga menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan. Sebagai BLU, lembaga ini dituntut untuk memiliki manajemen yang profesional dan transparan dalam mengelola keuangan dan sumber daya yang dimilikinya. Hal ini memerlukan peningkatan kapasitas manajerial di dalam organisasi, serta penerapan sistem pengawasan dan evaluasi yang ketat.

Hambatan lain yang dihadapi oleh PPSDM Geominerba adalah resistensi terhadap perubahan, baik dari internal organisasi maupun dari pihak eksternal. Transformasi menjadi BLU memerlukan perubahan budaya organisasi yang tidak selalu mudah diterima oleh seluruh anggota organisasi. Oleh karena itu, penting bagi pimpinan PPSDM Geominerba untuk memimpin proses perubahan dengan cara yang inklusif dan komunikatif, agar seluruh anggota organisasi dapat menerima dan mendukung perubahan tersebut.

Masa Depan PPSDM Geominerba sebagai BLU

Masa depan PPSDM Geominerba sebagai BLU tampak cerah, terutama dengan meningkatnya kebutuhan akan tenaga kerja yang kompeten dan terampil di sektor geologi, mineral, dan batubara. PPSDM Geominerba diharapkan dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri, serta memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.

Salah satu peluang besar bagi PPSDM Geominerba adalah pengembangan program-program pelatihan yang berfokus pada keterampilan digital dan teknologi. Dengan semakin maraknya digitalisasi di berbagai sektor, permintaan akan pelatihan di bidang teknologi informasi, data science, dan keterampilan digital lainnya akan semakin meningkat. PPSDM Geominerba dapat memanfaatkan peluang ini dengan mengembangkan program-program pelatihan yang relevan dan berkualitas tinggi.

Selain itu, PPSDM Geominerba juga dapat memperluas jangkauan layanannya dengan memanfaatkan teknologi e-learning dan platform digital lainnya. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas pelatihan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi PPSDM Geominerba untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh pelatihan konvensional.

Kesimpulan

PPSDM Geominerba adalah salah satu contoh sukses implementasi Badan Layanan Umum (BLU) di Indonesia. Dengan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan operasional, PPSDM Geominerba telah berhasil menjadi pusat unggulan dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor geologi, mineral, dan batubara. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, prospek masa depan PPSDM Geominerba sebagai BLU sangat menjanjikan, terutama dengan meningkatnya permintaan akan keterampilan digital dan teknologi di era globalisasi. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung dan mengembangkan PPSDM Geominerba sebagai BLU, guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global.

Share:

Penggunaan Neuro-Linguistic Programming (NLP) untuk Pelatihan: Meningkatkan Kinerja dan Efektivitas Pembelajaran


Neuro-Linguistic Programming (NLP) telah menjadi salah satu pendekatan yang populer dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, pendidikan, dan pengembangan diri. Dengan fokus pada bagaimana pikiran (neuro), bahasa (linguistic), dan pola perilaku (programming) saling terkait, NLP memberikan kerangka kerja untuk memahami dan mengubah pola pikir serta perilaku manusia. Dalam konteks pelatihan, NLP dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja peserta pelatihan, mempercepat pembelajaran, dan membantu individu mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif. Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana NLP dapat diterapkan dalam pelatihan, keuntungan yang ditawarkannya, serta tantangan yang mungkin dihadapi.

A. Apa Itu Neuro-Linguistic Programming (NLP)?

NLP adalah sebuah metodologi yang dikembangkan pada tahun 1970-an oleh Richard Bandler dan John Grinder. Metodologi ini bertujuan untuk memahami dan mereplikasi pola-pola pikiran, bahasa, dan perilaku yang digunakan oleh individu yang sukses dalam berbagai bidang. Dengan memahami bagaimana seseorang berpikir, berkomunikasi, dan berperilaku, NLP memungkinkan individu untuk mengembangkan keterampilan dan strategi yang sama untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan mereka sendiri.

NLP didasarkan pada premis bahwa cara kita berpikir (neuro) sangat mempengaruhi cara kita berbicara (linguistic) dan bertindak (programming). Dengan mengubah pola pikir dan bahasa kita, kita dapat memengaruhi tindakan kita dan, pada akhirnya, hasil yang kita capai. Dalam konteks pelatihan, NLP dapat membantu peserta pelatihan untuk mengatasi hambatan mental, meningkatkan motivasi, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka.

B. Penerapan NLP dalam Pelatihan

NLP menawarkan berbagai teknik dan strategi yang dapat diterapkan dalam pelatihan untuk membantu peserta mencapai potensi penuh mereka. Berikut adalah beberapa cara NLP dapat digunakan dalam pelatihan:

1. Mengidentifikasi dan Mengubah Keyakinan yang Membatasi

Salah satu prinsip dasar NLP adalah bahwa keyakinan kita tentang diri kita sendiri dan dunia sekitar sangat mempengaruhi kinerja kita. Keyakinan yang membatasi, seperti "Saya tidak cukup pintar" atau "Saya tidak akan pernah berhasil," dapat menghambat kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan mereka. Dalam pelatihan, NLP dapat digunakan untuk mengidentifikasi keyakinan yang membatasi ini dan menggantinya dengan keyakinan yang lebih mendukung.

Pelatih yang terlatih dalam NLP dapat menggunakan berbagai teknik, seperti reframing (mengubah cara pandang terhadap situasi), untuk membantu peserta melihat situasi dari perspektif yang lebih positif dan memberdayakan. Dengan mengganti keyakinan yang membatasi dengan keyakinan yang mendukung, peserta pelatihan akan lebih mampu menghadapi tantangan dan mencapai hasil yang diinginkan.

2. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi

Komunikasi yang efektif adalah kunci keberhasilan dalam banyak aspek kehidupan, termasuk pelatihan. NLP menawarkan berbagai alat untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, baik untuk pelatih maupun peserta pelatihan. Salah satu konsep dasar dalam NLP adalah rapport, atau kemampuan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain. Rapport adalah fondasi dari komunikasi yang efektif dan dapat membantu pelatih menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan kolaboratif.

Teknik NLP untuk membangun rapport termasuk mencocokkan dan memiripkan bahasa tubuh, ton suara, dan pola bicara peserta pelatihan. Dengan menciptakan rapport, pelatih dapat lebih mudah mengarahkan dan memotivasi peserta pelatihan, serta memfasilitasi pemahaman yang lebih baik.

3. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Fokus dan konsentrasi adalah elemen penting dalam proses pembelajaran. NLP menawarkan teknik untuk meningkatkan kemampuan peserta pelatihan dalam menjaga fokus pada tujuan mereka. Salah satu teknik NLP yang sering digunakan adalah visualisasi. Dengan memvisualisasikan hasil yang diinginkan dengan detail yang kaya, peserta pelatihan dapat meningkatkan motivasi mereka dan menjaga fokus pada langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Selain itu, teknik-teknik seperti anchoring (menciptakan asosiasi antara stimulus eksternal dan kondisi internal yang diinginkan) juga dapat membantu peserta pelatihan untuk mengakses keadaan mental yang optimal saat dibutuhkan, seperti ketenangan, kepercayaan diri, atau semangat.

4. Mengelola Stres dan Emosi

Stres dan emosi yang tidak terkelola dengan baik dapat menghambat pembelajaran dan kinerja. NLP menyediakan alat untuk membantu peserta pelatihan mengelola stres dan emosi mereka dengan lebih efektif. Misalnya, teknik swish pattern dapat digunakan untuk mengubah pola pikir negatif menjadi pola pikir yang lebih positif dan memberdayakan.

Dengan menggunakan NLP, peserta pelatihan dapat belajar untuk mengenali dan mengelola emosi mereka dengan cara yang lebih sehat, sehingga mereka dapat tetap tenang dan fokus dalam menghadapi situasi yang menantang.

5. Mencapai Tujuan dengan Lebih Efektif

NLP membantu individu untuk menetapkan dan mencapai tujuan mereka dengan cara yang lebih efektif. Teknik NLP seperti SMART goals (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) dapat digunakan dalam pelatihan untuk membantu peserta menetapkan tujuan yang jelas dan realistis. Selain itu, NLP juga mengajarkan teknik-teknik untuk memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan terukur, sehingga peserta pelatihan dapat mencapai tujuan mereka secara bertahap.

C. Tantangan dalam Penggunaan NLP untuk Pelatihan

Meskipun NLP menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaannya untuk pelatihan:

1. Pemahaman yang Mendalam Diperlukan

NLP adalah bidang yang kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam untuk diterapkan dengan efektif. Pelatih yang tidak memiliki pelatihan yang memadai dalam NLP mungkin tidak dapat memanfaatkan teknik ini secara maksimal.

2. Efektivitas yang Bergantung pada Individu

Tidak semua teknik NLP cocok untuk semua orang. Efektivitas NLP sangat bergantung pada individu, dan beberapa peserta mungkin tidak merespons dengan baik terhadap teknik-teknik tertentu.

3. Kritik dan Kontroversi

NLP telah menjadi subjek kritik dan kontroversi di kalangan komunitas akademis dan profesional. Beberapa kritik berpendapat bahwa NLP kurang memiliki basis ilmiah yang kuat dan bahwa hasil yang dicapai dengan NLP mungkin tidak konsisten. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan NLP sebagai salah satu dari banyak alat dalam pelatihan, bukan sebagai solusi tunggal.

D. Kesimpulan

Neuro-Linguistic Programming (NLP) menawarkan berbagai alat dan teknik yang dapat meningkatkan efektivitas pelatihan dengan membantu peserta pelatihan mengatasi hambatan mental dan emosional, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif. Meskipun ada tantangan dalam penggunaan NLP, manfaat yang ditawarkannya membuatnya menjadi tambahan yang berharga dalam toolkit pelatih.

Dengan pemahaman dan penerapan yang tepat, NLP dapat membantu menciptakan pengalaman pelatihan yang lebih personal, efektif, dan memberdayakan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja dan hasil bagi peserta pelatihan. Sebagai alat yang kuat untuk pengembangan diri dan profesional, NLP terus menjadi pilihan yang relevan dan bermanfaat dalam konteks pelatihan di era modern ini.

Share:

Menjadi Pemimpin yang Efektif untuk Membina Generasi Z


Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, telah menjadi bagian integral dari angkatan kerja modern. Mereka membawa perspektif yang unik, didorong oleh kemajuan teknologi, dan memiliki ekspektasi berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Pemimpin masa kini harus menyesuaikan pendekatan mereka untuk memotivasi dan membina anggota tim dari generasi ini. Memahami karakteristik, nilai-nilai, serta harapan Generasi Z sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.

Generasi Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang pesat, menjadikan mereka sebagai digital natives yang terbiasa dengan akses informasi instan dan komunikasi cepat. Mereka cenderung lebih mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan. Namun, mereka juga dikenal memiliki tingkat fokus yang lebih pendek, keinginan untuk pengakuan cepat, dan kebutuhan untuk bekerja dalam lingkungan yang memiliki makna dan dampak sosial. Oleh karena itu, pemimpin perlu menerapkan strategi khusus untuk membina dan memotivasi anggota tim dari Generasi Z secara efektif.

Memahami Karakteristik Generasi Z

Sebelum seorang pemimpin dapat membina anggota tim dari Generasi Z, penting untuk memahami karakteristik mendasar yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya. Salah satu ciri utama dari Generasi Z adalah ketergantungan mereka pada teknologi. Mereka tumbuh bersama internet, media sosial, dan perangkat mobile, yang mempengaruhi cara mereka berkomunikasi, belajar, dan bekerja. Oleh karena itu, pemimpin yang ingin sukses membina Generasi Z harus mampu memanfaatkan teknologi dan alat digital sebagai bagian dari strategi kepemimpinan mereka.

Selain itu, Generasi Z sangat menghargai otonomi dan kebebasan dalam bekerja. Mereka cenderung lebih menyukai pendekatan yang fleksibel, di mana mereka diberi ruang untuk bereksperimen dan mengembangkan ide-ide baru. Pemimpin yang memahami hal ini akan cenderung memberi lebih banyak kebebasan kepada anggota timnya, sambil tetap menyediakan arahan dan dukungan yang diperlukan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kreativitas dan inovasi, tetapi juga membantu dalam membangun kepercayaan dan loyalitas di antara anggota tim dari Generasi Z.

Membangun Komunikasi yang Efektif

Komunikasi adalah kunci dalam membina hubungan yang kuat dengan anggota tim dari Generasi Z. Pemimpin harus menyadari bahwa generasi ini lebih terbiasa dengan komunikasi yang cepat, singkat, dan berbasis teknologi. Mereka cenderung lebih responsif terhadap pesan singkat, baik melalui aplikasi pesan instan maupun media sosial, daripada komunikasi formal yang panjang dan berbelit-belit. Oleh karena itu, penting bagi pemimpin untuk menyesuaikan gaya komunikasi mereka agar lebih sesuai dengan preferensi Generasi Z.

Selain itu, transparansi dalam komunikasi juga sangat dihargai oleh Generasi Z. Mereka cenderung lebih percaya kepada pemimpin yang terbuka dan jujur dalam menyampaikan informasi, baik itu terkait tujuan perusahaan, strategi jangka panjang, atau tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, pemimpin harus berusaha untuk selalu menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan, serta melibatkan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan kepercayaan, tetapi juga memotivasi anggota tim untuk berkontribusi lebih dalam mencapai tujuan bersama.

Memberikan Pengakuan dan Umpan Balik yang Cepat

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang menginginkan pengakuan dan umpan balik secara cepat. Mereka terbiasa dengan dunia digital di mana segala sesuatu terjadi dengan segera, termasuk pengakuan atas usaha dan pencapaian mereka. Oleh karena itu, pemimpin harus peka terhadap kebutuhan ini dan berusaha memberikan pengakuan yang cepat atas kerja keras dan kontribusi anggota tim dari Generasi Z.

Memberikan umpan balik yang konstruktif juga penting dalam membina Generasi Z. Mereka cenderung lebih responsif terhadap umpan balik yang disampaikan secara langsung, jelas, dan terfokus pada solusi. Pemimpin yang efektif akan memberikan umpan balik secara berkala, baik melalui pertemuan one-on-one maupun melalui alat komunikasi digital, untuk membantu anggota tim mengidentifikasi area perbaikan dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal.

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Inklusif dan Berarti

Generasi Z memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Mereka cenderung lebih memilih bekerja di organisasi yang memiliki nilai-nilai yang selaras dengan keyakinan mereka dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemimpin harus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berarti, di mana anggota tim merasa dihargai dan pekerjaan mereka memberikan kontribusi nyata bagi tujuan yang lebih besar.

Pemimpin dapat mengadopsi berbagai inisiatif untuk mendukung nilai-nilai ini, seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kebijakan kerja fleksibel, dan kegiatan-kegiatan yang mendukung keberlanjutan. Dengan menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai yang penting bagi Generasi Z, pemimpin tidak hanya akan meningkatkan kepuasan kerja, tetapi juga membantu mempertahankan talenta terbaik dalam tim mereka.

Mengembangkan Program Pembinaan dan Pengembangan Keterampilan

Generasi Z memiliki hasrat yang kuat untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan mereka. Mereka menyadari bahwa dunia kerja terus berubah dengan cepat, dan mereka ingin memastikan bahwa mereka selalu siap menghadapi tantangan baru. Oleh karena itu, pemimpin harus menyediakan program pembinaan dan pengembangan keterampilan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan anggota tim dari Generasi Z.

Pemimpin dapat mengembangkan program pelatihan yang mencakup keterampilan teknis, keterampilan soft, serta keterampilan kepemimpinan. Selain itu, pendekatan mentoring juga sangat efektif dalam membina Generasi Z. Dengan menghubungkan mereka dengan mentor yang berpengalaman, pemimpin dapat membantu anggota tim mengembangkan karier mereka dan mencapai potensi penuh mereka. Program-program ini tidak hanya membantu dalam meningkatkan keterampilan dan kinerja, tetapi juga meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja.

Kesimpulan

Membina anak buah dari Generasi Z memerlukan pendekatan yang unik dan disesuaikan dengan karakteristik serta harapan generasi ini. Pemimpin harus mampu memanfaatkan teknologi, membangun komunikasi yang efektif, memberikan pengakuan dan umpan balik yang cepat, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berarti, serta mengembangkan program pembinaan dan pengembangan keterampilan yang relevan. Dengan memahami dan menerapkan strategi-strategi ini, pemimpin dapat membangun tim yang solid, termotivasi, dan produktif, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan dan keberhasilan bersama.

Dalam era yang semakin kompleks dan dinamis ini, kemampuan pemimpin untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan preferensi Generasi Z akan menjadi faktor kunci dalam menciptakan kesuksesan jangka panjang bagi organisasi. Pemimpin yang berhasil membina Generasi Z dengan baik tidak hanya akan memaksimalkan potensi individu dalam tim, tetapi juga akan membangun budaya organisasi yang inovatif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Share:

AI Image Generators: Perubahan Signifikan dalam Seni Digital


Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan dampak besar di berbagai bidang, mulai dari pemrosesan bahasa alami hingga robotika. Namun, salah satu area yang paling menarik dan berkembang pesat adalah penggunaan AI dalam menghasilkan gambar. AI image generator merupakan jenis teknologi AI yang membantu orang dalam mengkreasikan ide dan kreativitasnya melalui gambar dengan lebih mudah. AI image generators, yang didukung oleh algoritma canggih, tidak hanya mengubah cara seniman menciptakan karya, tetapi juga mendemokratisasi akses ke konten visual berkualitas tinggi bagi individu dan bisnis. Artikel ini membahas mekanisme, aplikasi, dan implikasi dari AI image generators, serta potensi dan tantangan yang dihadirkan.

Mekanisme di Balik AI Image Generators

Pada inti dari AI image generators adalah algoritma yang dikenal sebagai Generative Adversarial Networks (GANs). Diperkenalkan oleh Ian Goodfellow dan rekannya pada tahun 2014, GANs terdiri dari dua jaringan saraf: generator dan discriminator. Generator menciptakan gambar dari noise acak, sementara discriminator mengevaluasi keaslian gambar-gambar tersebut dibandingkan dengan gambar nyata. Kedua jaringan ini dilatih secara bersamaan, dengan generator yang terus memperbaiki kemampuannya untuk menghasilkan gambar yang realistis seiring waktu untuk "menipu" discriminator.

Teknologi kunci lainnya yang mendukung pembuatan gambar AI adalah Diffusion Models. Model ini bekerja dengan secara bertahap menambahkan noise pada gambar selama pelatihan dan mempelajari cara membalikkan proses ini untuk menghasilkan gambar yang jelas dari noise. Diffusion Models telah terbukti sangat sukses dalam menghasilkan gambar resolusi tinggi yang sulit dibedakan dari foto nyata.

Aplikasi AI Image Generators

1. Seni dan Desain

AI image generators telah membuka peluang baru bagi seniman dan desainer. Dengan alat seperti DALL·E, MidJourney, dan Stable Diffusion, seniman dapat dengan cepat menghasilkan visual unik hanya dengan memasukkan deskripsi teks. Kemampuan ini memungkinkan iterasi dan eksperimen cepat, memungkinkan pencipta untuk mengeksplorasi gaya dan konsep yang akan memakan waktu atau sulit dicapai secara manual.

Misalnya, DALL·E, yang dikembangkan oleh OpenAI, dapat menghasilkan gambar dari prompt teks yang mendetail, seperti "seorang astronot yang mengendarai kuda di kota futuristik." Hal ini telah menyebabkan lonjakan dalam penciptaan seni digital, dengan seniman menggunakan AI untuk menggabungkan realisme dan fantasi dengan cara yang baru.

2. Pemasaran dan Periklanan

Dalam dunia pemasaran, AI image generators menjadi sangat berharga untuk menciptakan konten yang disesuaikan. Bisnis dapat menggunakan AI untuk menghasilkan visual yang disesuaikan dengan kampanye atau audiens tertentu tanpa perlu sesi pemotretan yang mahal atau tim desain grafis. Ini tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga mempercepat proses pembuatan konten.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menghasilkan gambar produk dengan latar belakang, warna, dan sudut yang berbeda, memungkinkan mereka untuk dengan cepat menyesuaikan materi pemasaran mereka dengan wilayah atau demografi yang berbeda. Fleksibilitas ini sangat bermanfaat dalam industri yang bergerak cepat di mana tren dan preferensi konsumen berubah dengan cepat.

3. Permainan dan Realitas Virtual

AI image generators juga membuat tanda mereka di industri permainan. Pengembang permainan dapat menggunakan alat ini untuk menciptakan karakter, lanskap, dan tekstur yang realistis, sehingga mengurangi waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk desain permainan. Selain itu, aset yang dihasilkan AI dapat digunakan untuk meningkatkan lingkungan realitas virtual (VR), membuatnya lebih mendalam dan dinamis.

Dalam VR, AI dapat menghasilkan lingkungan yang merespons tindakan pengguna secara real-time, menciptakan pengalaman yang lebih personal dan menarik. Kemampuan ini sangat menarik untuk industri seperti pendidikan dan pelatihan, di mana simulasi yang realistis sangat penting.

Pertimbangan Etis dan Tantangan

Meskipun manfaat dari AI image generators sudah jelas, kebangkitannya juga membawa beberapa pertimbangan etis dan tantangan.

1. Hak Cipta dan Kepemilikan

Salah satu kekhawatiran utama adalah masalah hak cipta dan kepemilikan gambar yang dihasilkan AI. Karena AI image generators dilatih pada kumpulan data besar dari gambar yang sudah ada, ada pertanyaan tentang apakah pencipta gambar asli harus diberi kredit atau kompensasi. Selain itu, menentukan siapa yang memiliki hak atas gambar yang dihasilkan oleh AI—apakah pengguna, pengembang AI, atau tidak ada sama sekali—merupakan tantangan hukum yang kompleks yang belum sepenuhnya terpecahkan.

2. Deepfake dan Misinformasi

Tantangan signifikan lainnya adalah potensi penyalahgunaan AI image generators untuk membuat deepfake atau konten yang menyesatkan. Deepfake adalah gambar atau video yang dihasilkan oleh AI yang dimanipulasi untuk menggambarkan individu mengatakan atau melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan. Ini dapat digunakan untuk menyebarkan misinformasi, mencemarkan nama baik individu, atau membuat propaganda politik. Seiring gambar yang dihasilkan AI semakin realistis, membedakan antara konten asli dan palsu menjadi semakin sulit, yang menimbulkan ancaman bagi privasi dan keamanan.

3. Bias dan Representasi

Sistem AI hanya sebaik data yang mereka dilatih. Jika data pelatihan bias atau kurang beragam, AI image generators dapat menghasilkan gambar yang memperkuat stereotip atau gagal merepresentasikan kelompok tertentu secara akurat. Ini telah menjadi isu signifikan dalam pengembangan AI, yang menyebabkan seruan untuk dataset yang lebih beragam dan inklusif.

Masa Depan AI Image Generators

Ke depan, masa depan AI image generators adalah menarik sekaligus tidak pasti. Di satu sisi, kemajuan dalam AI dapat menghasilkan alat yang lebih canggih yang mampu menghasilkan gambar yang sangat realistis dengan input minimal. Ini dapat merevolusi industri seperti film, mode, dan arsitektur, di mana kreativitas visual sangat penting.

Di sisi lain, tantangan seputar etika, hak cipta, dan misinformasi perlu diatasi untuk memastikan bahwa AI image generators digunakan secara bertanggung jawab. Seiring berkembangnya teknologi, akan sangat penting bagi pengembang, pembuat kebijakan, dan masyarakat secara keseluruhan untuk terlibat dalam dialog berkelanjutan tentang implikasi dari konten yang dihasilkan oleh AI.

Kesimpulan

AI image generators merupakan lompatan maju yang signifikan dalam seni digital dan pembuatan konten. Mereka menawarkan peluang luar biasa untuk kreativitas dan efisiensi di berbagai industri, mulai dari seni dan desain hingga pemasaran dan permainan. Namun, seperti halnya alat yang kuat, mereka juga datang dengan tantangan yang harus dinavigasi dengan hati-hati. Dengan memahami baik potensi maupun tantangan dari AI image generators, kita dapat memanfaatkan kekuatan mereka untuk memperkaya budaya visual kita sambil mengurangi risiko yang mereka hadapi.

Di bidang yang berkembang pesat ini, tetap mendapat informasi dan terlibat secara kritis akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa AI image generators berfungsi sebagai kekuatan untuk inovasi positif. Seiring kita terus mengeksplorasi kemungkinan teknologi ini, satu hal yang jelas: masa depan konten visual sedang dibentuk ulang oleh kemampuan AI, dan kita baru saja mulai melihat apa yang mungkin.



Share:

Mengenal Net Zero Emissions (NZE): Menuju Masa Depan Berkelanjutan


Net Zero Emissions (NZE) adalah konsep yang semakin relevan dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim. Entah mengapa akhir-akhir ini NZE begitu mengusik pikiranku. Bagaimana tidak, beberapa program atau kegiatan di kantor bahkan meminta dalam proposal dihubungkan dengan NZE. Jadi, baiklah... Mari kita bahas lebih lanjut tentang NZE:

Pengertian NZE 

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), NZE adalah pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) mendekati nol, dengan sisa emisinya dapat diserap kembali dari atmosfer, misalnya oleh lautan dan hutan. Dengan kata lain, NZE adalah kondisi di mana emisi GRK yang dihasilkan manusia tidak lebih besar daripada jumlah yang dapat diserap oleh Bumi.

Roadmap Menuju NZE 

Laporan dari International Energy Agency (IEA) menyajikan roadmap untuk mencapai sistem energi net zero pada tahun 2050. Ini melibatkan penggunaan energi terbarukan, efisiensi, inovasi, dan perubahan perilaku. Dalam skenario NZE, emisi CO2 global mencapai nol pada tahun 2050, dengan negara maju mencapai net zero lebih awal.

Tantangan dan Peluang

  • Investasi Bersih: Untuk mencapai NZE, investasi energi bersih perlu meningkat tiga kali lipat menjadi sekitar $4 triliun per tahun pada 2030. Ini akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi global.
  • Inovasi Teknologi: Sebagian besar pengurangan emisi hingga 2030 berasal dari teknologi yang sudah ada. Namun, hampir setengah pengurangan pada 2050 memerlukan teknologi yang saat ini masih dalam tahap demonstrasi atau prototipe.
  • Transisi dari Bahan Bakar Fosil: NZE berarti penurunan drastis dalam penggunaan batu bara, minyak, dan gas. Ini memerlukan langkah seperti menghentikan penjualan mobil bensin/diesel pada 2035 dan menghentikan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan minyak tanpa penangkapan karbon pada 2040.

Kebijakan Net Zero Emission (NZE) tentu saja akan memiliki dampak signifikan pada sektor industri. Berikut adalah beberapa dampaknya:

Industri Batubara

  • Penurunan Permintaan: Konsumsi batubara secara global akan terus menurun dalam 30 tahun ke depan. Penurunan ini terutama terjadi di sektor pembangkit listrik dan industri.
  • Teknologi CCS/CCUS: Setelah tahun 2040, pemanfaatan batubara yang tersisa akan menggunakan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mengurangi emisi.

Penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT)

  • NZE mendorong peningkatan penggunaan energi terbarukan seperti surya, angin, dan hidro.
  • Industri perlu beradaptasi dengan teknologi EBT untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Efisiensi Energi

  • Industri harus meningkatkan efisiensi penggunaan energi untuk mencapai NZE.
  • Penggunaan teknologi canggih dan manajemen energi yang baik dapat membantu mengurangi emisi

Kebijakan NZE sudah mulai digaungkan. Dalam praktik Industripun sudah dikembangkan. Lantas bagaimana peran individu dalam pengembangan NZE ini? Individu memiliki peran penting dalam mencapai Net Zero Emission (NZE). Berikut beberapa cara individu untuk dapat berkontribusi:

Kurangi Jejak Karbon Pribadi

  • Transportasi: Gunakan transportasi berkelanjutan seperti sepeda, kendaraan listrik, atau carpool.
  • Konsumsi: Beli produk yang ramah lingkungan dan kurangi pemborosan.
  • Energi: Hemat energi dengan mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan.

Dukung Energi Terbarukan

  • Pasang panel surya di rumah atau dukung program energi terbarukan di komunitas Anda.

Pendidikan dan Kesadaran

  • Pelajari lebih lanjut tentang NZE dan bagikan pengetahuan ini kepada orang lain.
  • Ajak teman dan keluarga untuk berpartisipasi dalam upaya NZE.

Dengan tindakan individu yang sadar lingkungan, kita dapat bersama-sama mencapai masa depan yang berkelanjutan.

Share:

Ice Breaking Online

Ice Breaking adalah padanan dua kata dari bahasa Inggris yang mengandung makna “memecah es”. Istilah ini sering dipakai dalam training dengan maksud menghilangkan kebekuan-kebekuan di antara peserta latihan, sehingga mereka saling mengenal, mengerti dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dimungkinkan karena perbedaan status, usia, pekerjaan, penghasilan, jabatan dan sebagainya akan menyebabkan terjadinya dinding pemisah antara peserta yang satu dengan yang lainnya. untuk melebur dinding-dinding penghambat tersebut, diperlukan sebuah proses ice breaking (duniapendidikan.co.id, 2021).


Mu’azarotul Husna (2018) dalam skripsinya menuliskan bahwa ada beberapa tujuan penggunaan ice breaker yaitu :

  • Menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara siswa, dengan adanya selingan ice breaking dalam pembelajaran, sehingga tidak ada lagi anggapan si A pandai, si B bodoh dan lain sebagainya yang ada hanyalah kesamaan kesempatan untuk maju;
  • Terciptanya kondisi yang dinamis di antara siswa adalah menimbulkan kegairahan antara sesame siswa untuk melakukan aktivitas selama proses pembelajaran berlangsung.dan pemecah suasana canggung;
  • Menciptakan motivasi antara sesama siswa untuk melakukan aktivitas selama proses belajar-mengajar berlangsung;
  • Membuat peserta saling mengenal dan akan menghilangkan jarak mental sehingga suasana menjadi benar-benar rileks, cair dan mengalir;
  • Mengarahkan atau memfokuskan peserta pada topik pembahasan/pembicaraan.

Ice breaking dapat dilakukan dengan berbagai macam cara atau permainan. Menurut The Encyclopedia of Ice Breaker terbitan University associates Inc., bentuk ice breaking ada bermacam-macam, mulai dari sekadar teka-teki, cerita-cerita lucu atau humor ringan yang memancing senyum, lagu-lagu atau nyanyian yang disertai gerakan tubuh (action song), sampai permainan-permainan berkelompok yang cukup menguras tenaga atau bahkan pikiran. Selain itu dapat juga dilakukan dengan melakukan senam otak (brain gym).

Kemudian bagaimana jika Ice Breaking yang biasa disajikan dalam kelas klasikal diterapkan dalam pembelajaran online? Marilah kita simak penjelasannya dalam video berikut ini :


Demikian penjelasan tentang Ice Breaking Online. Mudah-mudahan bermanfaat dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Selamat mencoba!

Share:

Hati-Hati Flashdisk Palsu Tidak Sesuai Dengan Kapasitasnya

Sudah cukup lama blog ini terbengkalai karena kesibukan, tetapi malam ini aku tergelitik untuk sedikit menulis lagi. Kepenginnya sih berbagi informasi yang mudah-mudahan bisa berguna bagi yang membaca. Yah... paling tidak tulisan dengan tema lain di tengah-tengah semakin memanasnya politik jelang pemilihan Presiden. Kan lama-lama jenuh juga membaca segala macam bentuk "black campaign" atau "negative campaign" di media-media internet.


Flashdisk Kapasitas Besar
Share:

Spesialisasi Ilmu Penyebab Pola Pikir Yang Sempit

I. PENDAHULUAN
Dalam kehidupan saat ini terasa sekali adanya pengkotak-kotakan dalam berbagai sektor atau bidang kehidupan. Kotak-kotak itu bagaikan sekat-sekat yang membatasi bahwa setiap sektor atau bidang kehidupan merupakan satu keutuhan tersendiri, bahkan seperti tidak mempunyai relasi dengan sektor atau bidang kehidupan lain.


Share:

Yang Paling Banyak Dicari oleh Google


Sayup-sayup lagu "Another Day" sebuah  lagu lawas milik Dream Theater sedikit mengobati kekecewaanku. Malam ini semestinya aku mau nge-print agak banyak bahan perkuliahan untuk ujian hari Rabu depan. Tapi baru beberapa lembar tinta printer-ku sudah habis. Wah, kalau begini terus boros banget. Apalagi beasiswa yang ditunggu-tunggu belum kunjung cair juga. Lama-lama bisa tergoda pakai yang nggak "ori" nih.. hehehe...


Share:

Menumbuhkan Cinta Lingkungan di Taman Kupu-Kupu

Pernahkah kita berpikir bahwa selama ini kita sudah terlalu lama hidup di tengah-tengah hiruk-pikuknya kota? Sehari-hari kita selalu disibukkan oleh aktivitas pekerjaan dan kurang peduli dengan perkembangan anak kita sendiri. Mungkin sebagian orang berpikir praktis bahwa mencukupi kebutuhan anak dengan pendidikan di Sekolah adalah sudah cukup. Tetapi ternyata ada hal lain yang mungkin belum diperoleh oleh anak-anak di sekolah. Cobalah sekali waktu kita uji anak-anak untuk menyebutkan nama tumbuhan atau jenis binatang di alam yang jarang kita temui sehari-hari. Hampir bisa dipastikan sebagian besar tidak bisa mengenalinya. 


Share:

Mencari Buku Murah di Palasari Bandung

Bagi yang menyukai buku dan kebetulan ke Bandung, pasti akan mengenal sebuah tempat yaitu Palasari. Kenapa aku bilang bagi yang menyukai buku? Tentu saja karena Bandung identik dengan food  dan fashion. Orang pergi ke Bandung bukan untuk mencari buku tetapi lebih banyak untuk wisata kuliner ataupun shopping. Padahal di Bandung ada banyak sekali perguruan tinggi.  Jadi seharusnya Bandung identik juga dengan buku sebagai kota pelajar.
Kalau di Jakarta kita bisa datang ke sentra penjualan buku murah di Kwitang, Untuk di Yogyakarta bisa pergi ke Shopping Center.  Nah... Untuk Bandung ada juga pusat penjualan buku dengan harga miring, ya di Palasari ini tempatnya. Mau cari buku apapun ada di sini. Baik buku yang serius sampai yang ringan. Mau yang baru ataupun yang bekas. Mau yang asli ataupun bajakan. (Ssst… kalau yang terakhir ini kalau bisa jangan. Takut nggak berkah buat sekolah atau kuliah… :-) ) Kelebihan membeli buku di Palasari adalah harganya yang “miring”. Sebuah buku bisa dijual dengan diskon antara  25% - 35% . Tentu saja dengan begitu Palasari banyak diserbu oleh para pelajar ataupun mahasiswa yang rata-rata memiliki dana terbatas untuk membeli buku. 
Ketika aku pertama datang ke tempat ini, memang sudah terbayang suasananya. Tempat tersebut terdiri dari kios-kios buku kecil-kecil. Kalau kita lihat di bagian belakang memang ada beberapa kios atau toko yang lumayan besar. Kalau secara umum mungkin lebih luas lokasi Shopping Center di Jogja. Bukannya mau membandingkan sih. Tetapi karena memang lebih dulu  akrab, sebab sudah “kadung” dulu sempat  7 tahun numpang hidup di Jogja.


Hari itu kebetulan bersama seorang teman mencari buku karangan seorang Dosen Unpad. Pertama kali yang dituju adalah toko yang paling besar. Hmmm… betul-betul seperti memasuki gudang yang penuh buku. Bakalan bingung kalau harus mencari sendiri. Bagusnya toko tersebut sudah punya database-nya. Jadi tinggal searching di komputer bakalan ketemu, apakah bukunya ada atau tidak. 
Aku nggak punya waktu banyak, sehingga belum sempat berkeliling semua kios yang ada di sana. Banyak yang mau dicari, terutama buku-buku “lawas”. Buku-buku jaman dahulu yang sudah langka. Buku-buku ini yang sering disebut “harta karun” oleh para kolektor. Kapan-kapan aku mau balik lagi ke sana. Ada yang mau ikut?... Oh ya… hati-hati kalau menitipkan tas di toko buku, kartu-nya jangan sampai hilang… Bisa didenda lho… Rugi, jadi nggak terasa lagi diskonnya.. :-)
Share:

Hotel Transit Yang Murah di Bandara Soekarno Hatta

Selesai mengikuti rapat di daerah puncak, hari sudah menjelang Maghrib. Untuk yang berasal dari unit di luar Jawa seperti aku tentu perlu sedikit usaha untuk mendapatkan kendaraan ke Jakarta. Salah satu usaha yang paling gampang dilakukan adalah mencari tumpangan. Hiks... :-) Itulah enaknya kalau punya teman, rata-rata rekan yang dari Jakarta memang membawa kendaraan sendiri. Jadi cukup aman untuk sekedar dapat tumpangan. Tentunya yang namanya numpang, aku juga tidak mau menyusahkan orang yang ditumpangin dong. Aku minta diturunkan di tempat yang gampang untuk mencari taxi menuju ke bandara. 


Share:

Lukisan Digital

Pertama kali melihat contoh-contoh digital painting alias lukisan digital aku begitu terpesona. Bagaimana lukisan sebagus itu bisa dihasilkan dari komputer. Seberapa sulitkah pengerjaannya? Terlebih setelah kantor ternyata membeli 'wacom" dan peralatan  komputer lain yang cukup mendukung untuk dapat bermain lukisan digital di laboratorium.  Rasa penasaran itu semakin besar. Sayang karena kesibukan peralatan tersebut belum tersentuh hingga saat ini.

Angelina Jolie - From zonacharrua.com

Lukisan digital adalah bentuk seni yang muncul di mana teknik melukis tradisional seperti cat air, minyak , impasto , dan lain-lain akan diterapkan dengan menggunakan perangkat digital melalui sebuah komputer, sebuah tablet digitalisasi dan stylus, dan perangkat lunak. Lukisan digital berbeda dari bentuk-bentuk seni digital , khususnya yang dihasilkan seni komputer, dalam hal ini tidak melibatkan komputer rendering dari model. Seniman menggunakan teknik melukis untuk menciptakan lukisan digital secara langsung pada komputer. Semua program lukisan digital mencoba untuk meniru penggunaan media fisik melalui berbagai efek kuas cat. Termasuk dalam banyak program sapuan kuas digital untuk mewakili gaya tradisional seperti minyak, akrilik, pastel, media arang, pena dan bahkan seperti airbrushing. Ada juga efek-efek tertentu yang unik untuk setiap jenis cat digital yang menggambarkan efek realistis seperti menggunakan cat air. Dalam  program lukisan digital, pengguna dapat membuat sapuan kuas dengan gaya mereka sendiri menggunakan kombinasi tekstur dan bentuk.  Kemampuan ini sangat penting dalam menjembatani kesenjangan antara lukisan tradisional dan digital.

Lukisan digital tumbuh subur terutama dalam seni produksi. Hal ini paling banyak digunakan dalam desain konseptual untuk game film, televisi dan video. Digital Painting software seperti Corel Painter, Adobe Photoshop, ArtRage, GIMP, dan openCanvas memberikan seniman lingkungan yang mirip dengan pelukis fisik: sebuah kanvas, alat lukis, pencampuran palet, dan banyak pilihan warna. Ada berbagai jenis lukisan digital, termasuk impresionisme , realisme, dan cat air. Ada kelebihan dan kekurangannya dari lukisan digital. Lukisan digital memungkinkan seniman kemudahan bekerja di lingkungan yang terorganisir kacau-bebas, beberapa pihak berpendapat akan selalu ada kontrol yang lebih besar bagi seorang artis memegang kuas fisik di tangan mereka. Beberapa seniman percaya ada sesuatu yang hilang dari lukisan digital, seperti karakter yang unik untuk setiap objek fisik dibuat. Banyak seniman yang mengirim komentar dalam beberapa blog mengenai berbagai perbedaan antara menciptakan karya-karya digital dan menciptakan karya seni tradisional.

Perbandingan Dengan Lukisan Tradisional

Perbedaan utama antara lukisan digital dan tradisional adalah proses non-linear. Artinya, seorang seniman seringkali dapat mengatur lukisan mereka dalam lapisan yang dapat diedit secara independen. Juga, kemampuan untuk membatalkan dan mengulang stroke membebaskan seniman dari suatu proses linear. Tapi lukisan digital memiliki keterbatasan dalam bagaimana menggunakan teknik pada seorang pelukis tradisional karena perbedaan permukaan dan kekurangan fisik. Para seniman digital memiliki pada beberapa kelengkapan tool yang tidak tersedia bagi pelukis tradisional. Beberapa di antaranya: palet virtual yang terdiri dari jutaan warna, hampir semua ukuran kanvas atau media, dan kemampuan untuk mengambil kembali kesalahan, serta penghapus, pensil, kaleng semprot, kuas, sisir, dan berbagai tool efek 2D dan 3D. Sebuah tablet grafis memungkinkan seniman untuk bekerja dengan gerakan tangan yang tepat mensimulasikan pena nyata dan gambar permukaan. Alih-alih sebuah kanvas atau sketsa, seniman akan menggunakan mouse atau tablet untuk menampilkan stroke yang akan muncul dengan sentuhan pena ke permukaan tablet, atau klik pena. Tablet dapat merespon tekanan dengan sensitif, yang memungkinkan seniman untuk memvariasikan intensitas media yang dipilih di layar. Bahkan ada tablet dengan lebih dari dua ribu berbagai tingkat sensitivitas tekanan.

Sejarah Perkembangan Lukisan Digital

Sketchpad


Program manipulasi grafis paling awal disebut Sketchpad. Dibuat pada tahun 1963 oleh Ivan Sutherland , seorang mahasiswa pascasarjana di MIT, Sketchpad memungkinkan pengguna untuk memanipulasi obyek pada sebuah CRT (Cathode Ray Tube). Tablet Lainnya awal, atau digitizers, seperti ID (digitizer cerdas) dan BitPad yang sukses secara komersial dan digunakan dalam CAD (Computer Aided Design) program. Tablet modern adalah alat pilihan oleh pelukis digital. WACOM adalah pemimpin industri dalam tablet yang dapat berbagai ukuran dari 4"x 6" hingga ke 12"x19" dan tebal kurang dari satu inci. Banyak seniman lebih suka menggunakan tablet grafis untuk membuat lukisan digital daripada menggunakan mouse.

Tablets

Ide menggunakan tablet untuk berkomunikasi arah ke komputer telah ide sejak tahun 1968 ketika RAND perusahaan dari Santa Monica, mengembangkan sebuah tablet yang digunakan untuk program. Digitizers telah dipopulerkan pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an oleh keberhasilan komersial ID (Intelligent Digitizer) dan BitPad diproduksi oleh Summagraphics Corp digitizers ini digunakan sebagai perangkat input untuk banyak high-end CAD (Computer Aided Design) sistem serta dibundel dengan PC berbasis software CAD seperti AutoCAD .

MacPaint

Program komersial pertama yang memungkinkan pengguna untuk merancang, menggambar, dan memanipulasi objek adalah program MacPaint. Versi pertama program ini diperkenalkan pada tanggal 22 Januari 1984 tentang Apple Lisa. Versi awal dari program dipanggil MacSketch dan LisaSketch, dan versi terakhir adalah MacPaint MacPaint 2.0 dirilis pada tahun 1998. Sebagian besar keberhasilan's MacPaint ini disebabkan oleh rilis dari komputer Macintosh yang pertama yang dilengkapi dengan satu program lain yang disebut MacWrite. Itu adalah komputer pribadi pertama dengan antarmuka pengguna grafis dan kehilangan banyak dari ukuran besar dari pendahulunya, Lisa. Macintosh tersedia di sekitar $ 2500 dan kombinasi dari desain yang lebih kecil membuat komputer hit, mengungkapkan rata-rata pengguna komputer kemungkinan grafis dari MacPaint disertakan.

Adobe

Program yang lain adalah Adobe Photoshop. Awalnya dibuat pada tahun 1987 oleh Thomas Knoll di University of Michigan sebagai program menampilkan gambar monokrom. Dengan bantuan dari saudaranya Yohanes, program ini berubah menjadi program editing gambar yang disebut ImagePro, tetapi kemudian berubah menjadi Photoshop. Terjadi kesepakatan antara sistem Adobe dan Apple, dan Photoshop 1.0 dirilis pada tahun 1991 untuk Macintosh. Adobe sistem sebelumnya rilis Adobe Illustrator 1.0 pada tahun 1986 di Apple Macintosh. Saat ini Adobe Photoshop dan Adobe Illustrator adalah program populer yang digunakan dalam produksi lukisan digital. Ilustrator memperkenalkan penggunaan kurva Bezier yang memungkinkan pengguna untuk menjadi sangat rinci dalam mereka gambar vektor .

Kid Pix

Pada tahun 1988, Craig Hickman menciptakan program yang disebut Kid Pix, yang membuatnya lebih mudah untuk anak-anak untuk menggunakan MacPaint. Program ini awalnya dibuat dalam hitam putih, dan setelah beberapa revisi dirilis dalam warna pada tahun 1991. Kid Pix adalah salah satu program komersial pertama untuk mengintegrasikan warna dan suara dalam format kreatif. Sementara Kid Pix sengaja dibuat untuk anak-anak, itu menjadi alat yang berguna untuk memperkenalkan orang dewasa untuk komputer juga.

On line Painting Programs

Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi pertumbuhan di website yang mendukung lukisan digital online. Antara lain munculnya Sumo Paint dan Queeky . Pengguna masih menggambar digital dengan menggunakan perangkat lunak, tetapi perangkat lunak pada server situs web yang sedang digunakan. Rentang alat dan kuas biasanya lebih terbatas daripada perangkat lunak yang berdiri bebas. Namun kecepatan respon, kualitas warna dan kemampuan untuk menyimpan ke file atau mencetak sama baiknya.

Menampilkan Lukisan Digital

Lukisan digital memiliki fleksibilitas yang baik untuk di-upload ke internet untuk sekedar dilihat atau hanya dicetak langsung di atas kertas untuk ditampilkan. Salah satu website yang menampilkan lukisan digital adalah deviantart. Lukisan digital memiliki dampak besar pada kecepatan lukisan. Tutorial cara membual lukisan digital ada banyak di Internet sehingga siapapun dapat mempelajarinya. Anda berminat?

Berikut adalah salah satu contoh proses melukis digital dari youtube.com

Share:

Pelatihan Tambang Bawah Tanah Tahun 2011

Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) yang merupakan  Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menyelenggarakan 31 program Diklat pada tahun 2011. Program Diklat yang diselenggarakan BDTBT ditujukan untuk pelaku kegiatan pertambangan, dalam hal ini adalah aparatur Pemerintah, Akademisi, dan Perusahaan Tambang.

Share:

Ada Miyabi di Cilacap


Tiba di Cilacap sekitar pukul 6 pagi langsung disambut oleh anak-anakku di depan pintu. Memang setelah naik JAL aku minta dijemput di Bandara dengan travel menuju Cilacap. Dari sana rencananya hari Senin pagi kembali ke Jakarta dan langsung Sawahlunto menggunakan pesawat paling pagi. Tiketnyapun sudah aku kantongi. 

Pagi itu aku langsung ditodong oleh anak-anak untuk pergi ke pantai. Ya OK-lah, lagipula memang sudah lama aku tidak menengok Pantai Teluk Penyu Cilacap. Anak-anak membawa  alat-alat permainan untuk menggali pasir. Selain itu juga tentu saja membawa baju ganti karena hampir bisa di pastikan akan berbasah-basah di pantai. Kalau Ela anakku yang paling besar dulu masih takut-takut untuk nyebur ke pantai, mungkin sekarang dengan umurnya yang sudah 4 tahun lebih akan lebih berani. Kalau adiknya mungkin baru akan dikenalkan dengan air laut sekarang ini. Nah coba kita lihat apakah mereka sudah berani langsung nyebur ke laut.

Ela di Teluk Penyu Cilacap

Yah.... Ternyata Ela memang sudah berani untuk nyebur ke laut, meski awalnya sempat takut-takut. Sepertinya dia sangat menikmati bermain dengan debur ombak di sana. Sempat juga muntah-muntah karena menelan air, tetapi itu tidak membuatnya kapok. Wah, hari ini kamu jadi anak pantai nak... Biasanya kamu kan anak gunung di Sawahlunto sana... hahaha.. Berbeda dengan adiknya, saat ini masih takut untuk masuk ke air. Jadi cukuplah bermain gali pasir di tepian pantai saja. 

Setelah cukup puas bermain di pantai, aku dan keluarga cuci-cuci kaki di Toilet Umum. Kalau anakku karena memang sudah nyebur ke laut ya sekalian mandi dan ganti baju. Setelah ini kami berencana menuju Kebon Sayur, yaitu kampung Mbah-nya anak-anak, orang tuaku di Cilacap. Sepanjang jalan kami melewati Jalan Achmad Yani dan Jalan Veteran. Bukannya karena aku baru pulang dari Jepang maka tiba-tiba tertarik dengan sebuah Restoran Jepang milik Hotel Wijaya Kusuma di tepi jalan tersebut. 

Miyabi di Cilacap

Restoran ini namanya mirip dengan artis Jepang yang lagi ngetop di Indonesia... :-) Meski penasaran, Aku juga belum sempat untuk googling mengenai arti dari kata Miyabi itu sendiri. Kalau dari sisi usia, mungkin restoran ini lebih tua umurnya dari sang artis. Semenjak aku masih SD  hingga SMP setiap hari bolak-balik menuju ke Sekolah pasti melewati restoran ini.

Pulang dari Kebon Sayur akupun tertidur bersama anak-anak. Capek banget, lagipula sore ini aku harus langsung berangkat kembali ke Jakarta dengan Kereta Api Purwajaya. Dan sekali lagi harus berpamitan dengan keluarga untuk kembali ke Sawahlunto... Sampai nanti ya... Januari kita kembali ke Sawahlunto bersama-sama... 
Share:

Catatan Perjalanan di Kushiro - Bagian 6 - Dari Akihabara Kembali ke Indonesia

Inilah hari terakhir di Kushiro. Setelah check-out dari hotel, kamipun menaiki bus untuk menuju bandara yang akan mengantar kami kembali ke Tokyo. Sebuah kejutan, ternyata sensei-sensei dari Kushiro Coal Mine juga datang untuk melepas kepergian kami. Walau cuma singkat waktunya, tetapi terasa cukup berkesan...



Jadwal hari ini selepas dari Kushiro sebenarnya adalah pengisian kuisioner di kantor JCOAL. Tetapi apalah artinya pergi ke Tokyo jika belum sempat mampir ke Akihabara. Atas dasar pemikiran tersebut maka seluruh anggota rombongan sepakat kuisioner telah diisi pada malam harinya. Sehingga pagi hari ini tinggal menyerahkan kepada Kadoguchi San selaku penanggungjawab pelatihan. Beliau ini memang sudah Indonesia banget jadi sudah maklum dengan sifat orang Indonesia yang suka Shopping... :-)

Kami tiba di Akihabara sudah jam 14.30 sesuai perjanjian, jam 16.00 harus sudah kembali berkumpul untuk check-in di Tokyu Hotel. Jadi cuma ada waktu satu setengah jam untuk melihat-lihat barang di sana. Ya harus dipuas-puaskan, masih untung bisa mampir.

Akihabara (秋葉原 ) atau Pusat Elektronik Akihabara (Akihabara denki-gai) adalah wilayah pusat perbelanjaan yang terletak di sekitar Stasiun Akihabara, Tokyo, Jepang. Pusat perbelanjaan ini tepatnya berlokasi di kawasan Akihabara, distrik kota Taitō dan kawasan Soto-kanda di distrik kota Chiyoda. Akihabara sering disingkat sebagai Akiba. Akihabara merupakan pusat dari anime, manga, doujinshi, dan komputer di Jepang, sehingga disebut sebagai surganya otaku di bidang anime, manga, dan permainan video. (Wikipedia)

Akihabara, a picture from terraspirit.com

Kelebihan dari Akihabara adalah bebas pajak bagi orang asing syarat dengan menunjukkan Paspor, ini yang dikenal dengan istilah Duty Free. Kalau melihat barang-barang yang dijual di sana terutama barang elektronik sebenarnya dari sisi harga tidak jauh berbeda dengan  yang ada di Indonesia. Karena kalau kita menemukan yang murahpun ternyata juga buatan China. Aku juga tidak banyak membeli barang, cukup sekedarnya saja buat si kecil di rumah. Maklumlah duit  dari Jepang juga sudah cekak, habis untuk biaya makan, melepon dan jalan selama hampir seminggu ini. Hanya dua toko yang sempat dilihat yaitu LAOX dan sebuah toko lagi di seberang jalan. LAOX cukup dikenal karena direkomendasikan oleh orang-orang JCOAL dan ada Pegawai Indonesia di sana. Dan entah bagaimana, toko di seberang jalanpun juga ada pegawainya yang orang Indonesia, orang Sumatera Barat pula...


Nongkrong di Depan LAOX

Akhirnya selesai juga dari Akihabara, rombongan menuju Tokyu Hotels untuk bermalam. Hotel ini terletak jauh dari pusat keramaian Tokyo. Dijamin sulit untuk bisa kemana-mana. Untuk pergi sendiripun jarang orang asing yang berani. Bagaimana tidak, selain orang Jepang jarang yang bisa berbahasa Inggris, tulisan-tulisan di tempat umum pun semuanya huruf Kanji. Mungkin ini di sengaja untuk meminimalisir kemungkinan anggota rombongan ngelayap sendirian... hehehe....

Yah.... Sekarang saatnya beristirahat, karena esok hari semua akan kembali ke Indonesia. Kembali kepada aktivitasnya masing-masing. Semoga jalinan persahabatan akan tetap hangat walaupun sudah saling berjauhan. Sampai di sini saja Catatan Perjalanan di Kushiro ini berakhir. Tetapi bukan berarti aku akan berhenti menulis, mudah-mudahan jika waktunya memungkinkan, akan aku sempatkan paling tidak seminggu sekali tetap meng-update blog ini.
Share:

Total Tayangan

Postingan Populer

Speaker JBL

Set Alat Pel Lantai

HIJAB SEGITIGA INSTAN JERSEY